Wednesday, November 24, 2010

Conficker.C, virus yang paling berbahaya .

Tanpa bantuan Lembaga Survei manapun, tentunya para pengguna komputer sepakat bahwa Conficker merupakan virus jawara yang paling banyak menyebar di dunia, terumasuk Indonesia. Virus yang mengeksploitasi celah keamanan RPC Dcom MS 08-067 secara de facto telah membuat pusing semua pengguna komputer, khususnya administrator jaringan karena kemampuannya menyebar di jaringan dengan sangat efektif dan untuk membasmi virus ini sangat sulit. Untuk mengeyahkan Conficker dari komputer yang terinfeksi sangat sulit karena ia menempel pada proses Windows svchost yang jika di stop akan menyebabkan komputer restart. Jadi sekali menginfeksi komputer ibarat orang kalau digigit tokek, kata nenek tidak akan lepas sampai ada geledek menyambar :P./P>
Celakanya, rupanya pembuat Conficker tidak mudah puas dengan “prestasinya” dimana varian A dan B berhasil menginfeksi belasan juta komputer di seluruh dunia. Terakhir muncul Conficker.C yang memberikan ancaman baru bagi pengguna komputer, dimana pada tanggal 1 April 2009 seluruh komputer yang terinfeksi Conficker.C ini akan secara serentak menghubungi 50.000 situs di internet untuk mengupdate dirinya. Jika anda bertanya, mengapa 50.000 situs, dan bukan 500 situs. Bukankah bisa gempor membuat 50.000 situs ? Jawabannya adalah justru pembuat Conficker ini ingin membuat gempor para vendor antivirus karena dia belajar dari pengalaman dimana varian awalnya mengupdate ke ratusan situs, tetapi karena situs-situs tersebut di blok atas permintaan vendor antivirus maka Conficker A dan B dapat dikatakan “layu sebelum berkembang” karena misinya mengupdate dirinya gagal. Kalau virus Conficker A dan B yang “layu sebelum berkembang” saja sudah mampu membuat para korbannya babak belur dan menginfeksi belasan juta komputer di seluruh dunia, lalu apa yang akan dilakukan virus Conficker.C kalau berhasil “mekar” pada tanggal 1 April 2009 nanti ? Berdoa saja semoga ini hanya menjadi April Mop dan pembuat Conficker.C ini tidak melakukan update atau updatenya gagal. Tetapi yang jelas, secara teknis semua komputer yang terinfeksi Conficker.C dan terkoneksi ke internet sudah dapat dipastikan akan menghubungi 50.000 situs untuk mengupdate dirinya.
Pengguna Gaptek dan Provider Cuek
Jika anda bertanya, bagaimana sebenarnya Conficker menyebar. Caranya mudah saja, Conficker belajar dari Amway atau CNI untuk menyebarkan dirinya. Karena sifatnya worm, ia hanya perlu menginfeksi satu komputer saja di jaringan dan kemudian komputer tersebut akan melakukan scanning terhadap seluruh komputer dijaringannya dan menginfeksi semua komputer yang bisa di infeksinya. Lalu, jika komputer yang di infeksinya terkoneksi ke jaringan lain, ia akan kembali melakukan scanning dan menginfeksi komputer di jaringan lain. Hal ini berjalan terus menerus tanpa henti.
Celakanya, salah satu sumber penyebaran Conficker adalah komputer-komputer yang terkoneksi ke ISP internet baik secara dial up atau broadband. Dimana jika satu pelanggan terinfeksi oleh Conficker, maka ia akan berusaha terus menerus menginfeksi komputer lain yang terkoneksi melalui jaringan dan ISP yang sama. Perlu anda ketahui, yang dimaksud ini tidak terbatas pada dial up dan broadband konvensional tetapi juga broadband 3G. Vaksincom melakukan scanning pada salah satu jaringan 3G Broadband milik provider terbesar Indonesia pada tanggal 31 Maret 2009 dan menemukan banyak komputer-komputer yang terinfeksi Conficker. (lihat gambar 1)
Gambar 1, Conficker mampu menyebar melalui jaringan broadband ISP 3G
Apa yang mungkin terjadi ?
Jika kita belajar dari kasus-kasus infeksi virus yang secara serempak digunakan untuk menyerang satu situs tertentu, kita bisa melihat contoh virus MyDoom yang pada tanggal 1 Februari 2004 berhasil memberikan “kiamat” (down) bagi situs Santa Cruz Operation karena di Ddos oleh jutaan komputer yang terinfeksi virus MyDoom. Sebabnya SCO di Ddos kemungkinan adalah karena dua hal, pertama karena SCO berseteru dengan para pengguna Linux dan yang kedua adalah karena mereka pada tanggal 27 Januari 2004 menawarkan US $ 250.000 bagi siapapun yang bisa memberikan informasi untuk menangkap pembuat virus MyDoom. Sebenarnya situs Microsoft juga sempat di Ddos oleh MyDoom pada tanggal 3 Februari 2004, tetapi “untung” tidak sampai mengakibatkan “kiamat” bagi situs Microsoft. Apakah Ddos ini disebabkan karena Microsoft juga mengeluarkan sayembara hadian US $ 250.000 bagi yang bisa membantu menangkap pembuat virus MyDoom …. Hanya pembuat MyDoom yang tahu. Yang jelas, Microsoft juga mengeluarkan sayembara US $ 250.000 bagi yang bisa membantu menangkap pembuat Conficker.
Cerita lain dari MyDoom adalah pada tanggal 26 Juli 2004 MyDoom juga menyerang 3 search engine terpopuler saat itu, Google, AltaVista dan Lycos dan serangan ini berhasil mengganggu beberapa fungsi search Google dan mengakibatkan kelambatan yang signifikan pada situs AltaVista dan Lycos.
Selain Ddos pada situs, kira-kira hal apa yang mungkin dilakukan oleh virus Conficker.C pada 1 April 2009 nanti ? Kalau virus Conficker.C tidak memiliki kebiasaan buruk dan hanya melakukan Ddos dan menggunakan komputer korbannya untuk mengirimkan SPAM, kerugian yang mungkin kita alami adalah lalu lintas internet akan sangat padat dan kemungkinan para pengguna internet pada 1 April 2009 akan mengalami kelambatan koneksi. Baik karena Ddos, penyebaran ulang varian baru Conficker ataupun karena SPAM yang disebarkan oleh komputer-komputer yang terinfeksi Conficker.
Tetapi jika pembuatnya memiliki niat jahat seperti mencuri data komputer korbannya dan menjual kepada pihak yang berminat, maka kasus serupa dengan “Goshnet” bukan tidak mungkin akan terjadi. Maka jika anda pengguna komputer yang terkoneksi ke internet dan memiliki data penting yang kalau hilang bisa membuat anda nangis bombay, Vaksincom menyarankan anda untuk melakukan backup atas data anda. Jika anda memiliki data yang conficential dan di incar orang seperti rahasia negara atau sejenisnya, khususnya untuk pekerja di kedutaan besar. Sebisa mungkin hindari menggunakan jaringan internet tanpa perlindungan yang memadai dalam berkomunikasi dan jangan sekali-kali mencampurkan komputer yang memproses data classified dengan data pribadi anda. Ingat jaringan internet adalah jalan umum yang bisa dilalui siapa saja dan jika anda mengobrol di jalan umum, kemungkinan untuk didengar orang lain sangat besar. Usahakan menggunakan jalan khusus seperti VPN, atau kalau mampu seperti Presiden Obama menggunakan jaringan GSM khusus yang terpisah dari umum untuk komunikasi Barrackberrynya (Sectera Edge).
Preventif
Vaksincom menyarankan para pengguna komputer Indonesia melakukan tindakan-tindakan berikut dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk serangan Conficker.C :
  1. Lakukan PATCH semua OS di komputer-komputer jaringan anda dengan lengkap. Khusus untuk antisipasi virus Conficker perhatikan bahwa patch MS 08-067 terinstal dengan baik dan benar.
  2. BACKUP data penting anda, baik di komputer masing-masing maupun di database server. Ingat, file yang di backup ditempatkan terpisah dari komputer yang di backup dan jangan sekali-kali di simpan di harddisk yang sama dengan komputer yang di backup. Kalau bisa miliki satu harddisk backup USB atau kalau mau murah backup ke CD / DVD.
  3. Hindari menyalakan komputer yang tidak terpakai pada saat pulang kantor, apalagi komputer tersebut terhubung ke internet secara broadband karena sangat rentan digunakan untuk Ddos, menyebarkan virus atau spam.
  4. Jika anda memiliki database server, webserver atau mailserver yang harus dinyalakan 24 jam. PASTIKAN semua patch sudah terinstal dengan baik dan lindungi dengan aplikasi sekuriti yang memadai.
  5. Jika anda ingin pendekatan “paranoid”, matikan semua komputer dan internet pada malam ini 31 Maret 2009 dan jangan hidupkan internet sampai besok pagi kira-kira jam 10.00 atau sampai anda dengan persis apa yang akan dilakukan oleh Conficker.C besok.
  6. Jika anda pelanggan Vaksincom, hubungi teknisi@vaksin.com atau cs@vaksin.com untuk mendapatkan tools khusus scan jaringan dari infeksi Conficker.
vaksin.com

Post a Comment

Template by : kendhin x-template.blogspot.com by :